-->

20 Penyebab berat badan turun dengan cepat

Kebanyakan orang ingin memiliki tubuh yang ramping, terutama wanita, akan tetapi tidak sedikit juga orang yang mengeluh karena berat badan turun dengan cepat. Banyak orang takut karena mengalami penurunan berat badan yang tidak normal sehingga mencari solusi untuk masalah tersebut. Penurunan berat badan sebenarnya tidak selamanya buruk, tergantung penyebabnya. Contohnya penurunan berat badan akibat bertambahnya usia, hal ini tentunya normal dan tidak perlu mendapat penanganan medis.

Selain faktor usia, penyebab turunnya berat badan juga bisa terjadi akibat kondisi medis yang kronis. Namun, penyakit ringan seperti flu dan pilek juga bisa menjadi penyebabnya. Selain di atas berikut beberapa penyebab berat badan turun yang tidak diinginkan:

penyebab berat badan turun
ilustrasi penyebab berat badan turun

1. Kekurangan nutrisi. Ini adalah kondisi paling umum penyebab berat badan turun. Jika anda tidak mengkonsumsi  sejumlah nutrisi yang cukup maka sudah pasti berat badan anda akan turun dengan sendirinya, kondisi ini sebenarnya alami, tetapi harus mendapatkan penanganan, karena kekurangan nutrisi bisa menimbulkan masalah tersendiri bagi kesehatan.

2. Efek samping obat-obatan. Jika anda mengalami penurunan berat badan setelah mengkonsumi obat tertentu, mungkin itu hasil dari efek samping obat tersebut. Obat-obatan tertentu diketahui dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Jadi, jika anda ingin mengkonsumsi jenis obat tertentu sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter mengenai efek samping obat tersebut.

3. Gangguan pencernaan. Selain malnutrisi penyebab penurunan berat badan yang sering terjadi adalah masalah pencernaan seperti penyakit celiac, gangguan radang usus, pankreatitis, gastritis dan tukak lambung.

4. Kanker. Salah satu penyebab utama penurunan berat badan yang diakibatkan oleh penyakit adalah kanker. Setiap jenis kanker dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Beberapa jenis kanker seperti kanker  paru-paru, pankreas, prostat, kanker usus dan kanker ovarium memiliki kemungkinan lebih tinggi menyebabkan penurunan berat badan dibandingkan jenis kanker lain.

5. HIV dan AIDS. Pada tahap awal, penurunan berat badan pada penderita HIV disebabkan karena hilangnya massa otot. Setelah itu kondisi tersebut semakin parah dengan penurunan berat badan menjadi lebih cepat. Penurunan berat badan ini disebabkan karena orang dengan HIV cenderung memiliki pengeluaran kalori yang lebih tinggi karena berkurangnya asupan kalori dalam reaksi terhadap penurunan nafsu makan dan kemampuan untuk makan. Perawatan antiretroviral dapat membantu memulihkan berat badan pasien HIV serta mengendalikan virus.

6. Depresi. Depresi digolongkan sebagai gangguan suasana hati yang diakibatkan perasaan sedih, kehilangan, atau kemarahan yang berlebih. Depresi sering mengganggu pekerjaan sehari-hari dan hubungan anda denga kaluarga. Depresi dapat membuat produktivitas seseorang menjadi lebih rendah. Selain itu, depresi juga dapat mempengaruhi beberapa kondisi kesehatan kronis seperti Arthritis, asma, penurunan berat badan, penyakit jantung, kanker dan diabetes.

7. Penyakit ginjal. Penyakit ginjal dapat menyebabkan mual, muntah dan nafsu makan berkurang. Hal ini tentunya dapat menyebabkan turunnya berat badan. Selain itu, diet yang dilakukan penderita penyakit ginjal juga bisa menjadi penyebab lain penurunan berat badan karena kesulitan beradaptasi dengan pola makan yang dibatasi.

8. Diabetes. Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang menyebabkan tingginya kadar gula darah yang disebabkan oleh kerusakan produksi dan/atau fungsi insulin. Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas ketika kita makan makanan. Jika diabetes berkembang dengan cepat, seperti yang terjadi dengan diabetes tipe 1, biasanya penderita akan mengalami penurunan berat badan yang cepat. Jika diabetes berkembang secara perlahan, seperti pada diabetes tipe 2, maka penderita mungkin tidak akan menyadari hingga komplikasi penyakit lain muncul seperti serangan jantung, mati rasa, dan kesemutan di kaki.

9. Hipertiroidisme. Kondisi ini terjadi ketika tiroid bekerja terlalu cepat. Sehingga akan mengakibatkan penurunan berat badan, meskipun seseorang makan banyak sekalipun. Selain berat badan turun penyakit ini juga ditandai dengan mudah berkeringat, masalah dengan perut, kepekaan terhadap panas, susah tidur, rambut rontok, menjadi mudah gugup dan memiliki kecemasan ekstrim.

10. Leukimia. Leukemia adalah jenis kanker yang terjadi pada sel-sel darah. Ada beberapa jenis sel darah, termasuk sel darah merah dan sel darah putih (leukosit), dan trombosit, umumnya leukemia mengacu pada kanker leukosit (sel darah putih). Leukemia terjadi ketika sel darah putih telah bermutasi sehingga bertambah terlalu cepat dan akhirnya mendesak sel-sel normal. Penyakit ini ditandai dengan berat badan turun dengan cepat, nyeri tulang, sering berkeringat, bintik merah pada kulit dan mudah infeksi.

Selain di atas berikut penyebab lain berat badan turun

11. Masalah gigi
12. Mengubah pola diet
13. Mengalami perubahan nafsu makan
14. Perubahan mood
15. Minum-minuman beralkohol
16. Infeksi dalam tubuh
17. Masalah usus seperti bisul, penyakit Crohn dan pankreatitis
18. Masalah psikologis
19. Mengalami masalah neurologis seperti penyakit Parkinson atau Alzheimer
20. Salah menggunakan resep obat

Bagaimana mengatasi berat badan turun yang tidak normal? Cara paling utama yang bisa anda lakukan adalah pergi ke dokter, di sana anda akan tahu penyebab pasti penurunan berat badan anda, apakah itu disebabkan penyakit atau masalah lain. Saat  penyebabnya sudah diketahui anda akan diarahkan untuk melakukan tindakan tertentu yang dapat mengatasi penurunan berat badan tersebut. Informasi terkait 13 Penyebab kenaikan berat badan

Jika dokter Anda merasa bahwa penurunan berat badan disebabkan karena malnutrisi atau gangguan pencernaan, maka biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar vitamin dan mineral tertentu di dalam tubuh anda. Hasil tes ini nantinya akan menentukan apakah anda kekurangan nutrisi atau tidak. Contohnya jika ternyata penurunan berat badan anda terjadi akibat anemia yang disebabkan kekurangan zat besi, maka biasanya anda akan disarankan untuk mengkonsumsi makanan penambah darah atau mengambil suplemen zat besi dan vitamin B12.

Yang jelas, jangan terlalu panik jika berat badan anda turun, karena tidak semua penurunan berat badan disebabkan oleh penyakit.

Related Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel